Juli 18, 2024

MERDEN FOOTBALL ACADEMY

Sepak Bola Indonesia

Merden Football Academy Tak Hanya Sekadar Sepak Bola

2 min read

BANJARNEGARA-Seiring perkembangan dunia sepak bola modern, banyak bermunculan sekolah sepak bola, mulai dari Sekolah Sepak Bola (SSB), Diklat, hingga Football Academy. Hal ini tentu menjadikan persaingan dalam pembinaan usai muda atlet sepak bola semakin ketat, kualitas tentu menjadi tujuan dari pembinaan pendidikan sepak bola ini.
Menyadari hal tersebut, Merden Football Academy (MFA) yang berada di Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, jawa tengah ini hadir dengan nuansa kekeluargaan dan keagamaan. Boleh dibilang, MFA merupakan pesantren sepak bola yang ada di Banjarnegara.


CEO MFA Sigit Dwi Antoro mengatakan, olahraga sepak bola merupakan olahraga rakyat yang banyak digandrungi oleh semua kalangan, tak heran jika olahraga ini selalu memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat. “Kami sadar, olahraga ini banyak peminat, namun kami juga menyadari bahwa penanaman nilai keagamaan tidak kalah penting, sehingga kami memadukan antara pembinaan olahraga sepak bola dengan keagamaan,” katanya.
Menurutnya, para siswa dari MFA ini memang tinggal diasrama, mereka mendapatkan menu latihan sepak bola bersama dengan para pelatih yang sudah mendapatkan lisensi resmi, tak hanya itu mereka juga tetap mendapatkan hak pendidikan umum, termasuk pendidikan keagamaan yang dilakukan saat malam hari.
“Kami menerapkan jadwal padat bagi para siswa MFA, mulai dari latihan sepak bola, sekolah, hingga mengaji, bahkan kami juga memiliki target para siswa juga hafal akan surat-surat pendek Al quran. Mungkin karena itu, maka banyak yang bilang kalau MFA ini adalah pesantren sepak bola,” ujarnya.


Penanaman attitude para pemain juga menjadi bagian yang harus diperhatikan, sehingga pengelola MFA benar-benar menjadikan para siswa ini memiliki kepribadian yang baik. “Kalau berbicara sekolah sepak bola atau sejenisnya mungkin banyak, tetapi kami hadir dengan nuansa yang berbeda, kualitas pemain tetap kami jaga, namun mental dan sikap kepribadian harus tetap terjaga,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *